Menanti Dua Garis Merah Testpack

Bismillah...

Usia pernikahan ku besok tanggal 26 Mei akan menginjak usia 7 bulan, selama itu juga aku menantikan kehadiran buah hati, sebelum menikah Alhamdulillah aku tipe haid yang teratur setiap tanggal 26 atau ngaret-ngaretnya lah awal bulan datangnya ehhee

Pasca menikah bila aku sudah telat, yang aku rasakan adalah berdebar-debar berharap aku hamil! sampai setiap bulan aku rutin membeli testpack ehhee, dari testpack yang paling murah 5.000 sampai 35.000 aku pernah membelinya itu karena aku saking ingin cepat-cepat hamil, jadi aku suka melakukan pengecekan dua kali sambil aku berharap testpack yang satu salah maka ada yang satunya lagi, sehingga hasilnya benar-benar valid

Terakhir aku haid bulan 26 Maret 2014, kenpa aku hafal karena aku selalu aku coret di kalender :p jadi penting banget mengetahui kapan aku masa subur hahahaa, tgl 22 Mei 2014 aku ke bidan aku mau konsultasi apakah aku hamil atau tidak karena beberapa hari ini badan ku mudah capek padahal aku hanya melakukan aktifitas hanya sedikit, mudah mengantuk , perut sebalah kiriku sakit dan mual, tetapi aku kecewa disana hanya di suruh testpack saja bukan uji lab biar lebih akurat >_< dan hasilnya negatif ya Allah rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya aku belum hamil, dan aku di janjikan untuk usg tgl 27 Mei besok, karena usg itu lebih akurat apakah ada bayi di rahim ku apa tidak

Rasa penasaran ku tidak sampai situ saja hari ini tgl 23 Mei 2014 aku ke dokter memastikn bahwa aku hamil atau tidak daaan sesampainya disana aku hanya di ajak ngobrol sambil di tanya, ibu sudah testpack, dan aku pun menjawab sudah ketika di tanyakan hasilnya aku bilang negatif, dan yang bikin aku sebal lagi dokter itu tidak menganjurkan aku untuk test sekali lagi, hanya di suruh balik lagi besok tgl 1 untuk USG, kata dokter aku di USG sambil di lihat apakah ada bayi atau tidak di dalam rahim ku, aduuuh kenapa sih gak di USG langsung saja aku masih super penasaran, kenapa dokter tidak menganjurkan untuk uji air seni aku di laboratorium, kata dokter itu lagi kalau pun rahim ku kosong aku akan di berikan obat hormon atau obat penyubur rahim dan melakukan program hamil, ya rabbi aku pulang dengan tangan kosong lagi! aku sedih! aku kecewa!
mungkin sekarang aku harus banyak berdoa dan berikhtiar agar Allah suatu saat nanti memberikan aku dan suami ku keturunan